Assalamu'alaikum Warrahmatullah, teman-temanku. Terimakasih
sudah menyempatkan diri untuk mampir, membaca artikel yang akan saya sampaikan.
Teruntuk saudaraku, saudara muslimku dimanapun kalian berada. Semoga Allah
selalu melindungi dan melimpahkan rahmat-Nya kepada kita. Mungkin disini kita hanya
berniat membaca atau sekadar mencari informasi. Namun, tahukah kalian? Tanpa
disadari kalian telah menerima sedikit ilmu dengan membaca tulisan yang
bermanfaat meski hanya satu atau dua kalimat.
Dan hari ini, berhubung masih hangat-hangatnya April Mop di
setiap negara, termasuk Indonesia tercinta yang mayoritasnya umat Islam. Saya
akan membahas sejarah munculnya April Mop ini. Kita sebagai umat muslim, jangan
asal ikut merayakan suatu kejadian saja lho, teman. Sebelum merayakannya, kita
harus mengetahui asal mula terjadinya peristiwa kejadian tersebut. Bisa jadi
peristiwa yang menurut kita hanya iseng atau bercanda saja dapat menyebabkan
banyak mudharat. Seperti
salah satunya April Mop yang hanya berlaku pada tanggal 1 April kemarin.
Walaupun tidak sepopuler Valentine Day, namun budaya April Mop dalam dua dekade terakhir
memperlihatkan kecenderungan yang makin akrab di masyarakat perkotaan kita.
Terutama di kalangan anak muda. Bukan mustahil pula, ke depan juga akan meluas
ke masyarakat yang tinggal di pedesaan.
Tahukah, kalian?
Ternyata asal mula terjadinya April Mop ini berawal dari
tragedi besar, berasal dari negeri yang terdapat salah satu di antara klub
sepak bola terkenal di internasional, Real Madrid. Sudah tahu, kan, apa nama
negerinya itu? Ya, itu adalah Negara Spanyol, negara di Eropa Barat Daya di
Semenanjung Iberia. Negara yang mempunyai satu episode kisah sejarah yang kelam
dan menyedihkan bagi umat muslim di Spanyol, tepatnya di tahun 1487 M, atau
bertepatan dengan 892 H.
Pada abad ke-8 M, Islam dibebaskan oleh Panglima Thariq bin
Ziyad, Spanyol berangsur-angsur tumbuh menjadi satu negara yang makmur dan
sejahtera. Tidak berhenti di Spanyol, pasukan Islam melakukan pembebasan
sekitar menuju Perancis. Islam telah menerangi Spanyol.
Penguasa Islam yang bersikap begitu baik dan rendah hati,
membuat sebagian besar masyarakat Spanyol memeluk Islam dengan tulus dan
ikhlas. Bukan saja beragama Islam, namun sungguh-sungguh mempraktikkan
kehidupan secaran islami. Selalu membaca Al-Qur'an dan mengamalkannya, berkata
tidak untuk musik, pergaulan bebas, dan segala hal yang dilarang Islam. Hal itu
berlangsung selama enam abad lamanya.
Beriringan dengan itu, kaum kafir yang berada di Spanyol
tanpa kenal lelah terus berupaya membersihkan Islam dari Spanyol, tetapi selalu
tidak berhasil. Akhirnya, mereka mengirim beberapa orang untuk mengetahui dan
mempelajari kelemahan umat Islam di Spanyol.
Dengan mengirim beberapa orang itu, mereka mengetahui dan
menemukan cara agar umat Islam di Spanyol jatuh, yaitu dengan melemahkan iman
mereka melalui jalan serangan pemikiran dan budaya. Maka mulailah secara diam-diam mereka mengirimkan
alkohol dan rokok secara gratis ke dalam wilayah Spanyol. Musik diperdengarkan
untuk membujuk kaum mudanya agar lebih suka bernyanyi dan menari daripada
membaca Al Qur’an. Mereka juga mengirimkan sejumlah ulama palsu untuk
meniup-niupkan perpecahan ke dalam tubuh umat Islam Spanyol. Lama-kelamaan
upaya ini membuahkan hasil.
Akhirnya Spanyol jatuh dan bisa dikuasai
pasukan salib. Penyerangan oleh pasukan salib benar-benar dilakukan dengan
kejam tanpa mengenal peri kemanusiaan. Tidak hanya pasukan Islam yang dibantai,
tetapi juga penduduk sipil, wanita, anak-anak kecil, orang-orang tua.
Satu-persatu daerah di Spanyol jatuh.
Granada adalah daerah terakhir yang
ditaklukkan. Penduduk-penduduk Islam di Spanyol (juga disebut orang Moor)
terpaksa berlindung di dalam rumah untuk menyelamatkan diri. Tentara-tentara
salib terus mengejar mereka. Ketika jalan-jalan sudah sepi, tinggal menyisakan
ribuan mayat yang bergelimpangan bermandikan genangan darah, tentara salib
mengetahui bahwa banyak muslim Granada yang masih bersembunyi di rumah-rumah. Dengan
lantang tentara salib itu meneriakkan pengumuman, bahwa para Muslim Granada
bisa keluar dari rumah dengan aman dan diperbolehkan berlayar keluar Spanyol
dengan membawa barang-barang keperluan mereka.
Orang-orang Islam masih curiga dengan
tawaran ini. Namun beberapa dari orang Muslim diperbolehkan melihat sendiri
kapal-kapal penumpang yang sudah dipersiapkan di pelabuhan. Setelah benar-benar
melihat ada kapal yang sudah disediakan, mereka pun segera bersiap untuk
meninggalkan Granada dan berlayar meninggalkan Spanyol.
Keesokan harinya, ribuan penduduk muslim
Granada keluar dari rumah-rumah mereka dengan membawa seluruh barang-barang
keperluan, beriringan berjalan menuju ke pelabuhan. Beberapa orang Islam yang
tidak mempercayai pasukan salib, memilih bertahan dan terus bersembunyi di
rumah-rumah mereka. Setelah ribuan umat Islam Spanyol berkumpul di pelabuhan,
dengan cepat tentara salib menggeledah rumah-rumah yang telah ditinggalkan
penghuninya. Lidah api terlihat menjilat-jilat angkasa ketika mereka membakari
rumah-rumah tersebut bersama dengan orang-orang Islam yang masih bertahan di
dalamnya.
Sedang ribuan umat Islam yang tertahan di
pelabuhan, hanya bisa terpana ketika tentara salib juga membakari kapal-kapal
yang dikatakan akan mengangkut mereka keluar dari Spanyol. Kapal-kapal itu
dengan cepat tenggelam. Ribuan umat Islam tidak bisa berbuat apa-apa karena
sama sekali tidak bersenjata. Mereka juga kebanyakan terdiri dari para
perempuan dengan anak-anaknya yang masih kecil-kecil. Sedang para tentara salib
telah mengepung mereka dengan pedang terhunus.
Dengan satu teriakan dari pemimpinnya,
ribuan tentara salib segera membantai umat Islam Spanyol tanpa rasa belas
kasihan. Jerit tangis dan takbir membahana. Seluruh Muslim Spanyol di pelabuhan
itu habis dibunuh dengan kejam. Darah menggenang di mana-mana. Laut yang biru
telah berubah menjadi merah kehitam-hitaman.
Tragedi ini bertepatan dengan tanggal 1
April. Inilah yang kemudian diperingati oleh dunia kristen setiap tanggal 1
April sebagai April Mop (The April’s Fool Day). Pada tanggal 1 April,
orang-orang diperbolehkan menipu dan berbohong kepada orang lain. Bagi umat
kristiani, April Mop merupakan hari kemenangan atas dibunuhnya ribuan umat
Islam Spanyol oleh tentara salib lewat cara-cara penipuan. Sebab itulah, mereka
merayakan April Mop dengan cara melegalkan penipuan dan kebohongan walau
dibungkus dengan dalih sekedar hiburan atau keisengan belaka.
Bagi umat Islam, April Mop tentu merupakan
tragedi yang sangat menyedihkan. Hari di mana ribuan saudara-saudaranya se-iman
disembelih dan dibantai oleh tentara salib di Granada, Spanyol. Sebab itu,
adalah sangat tidak pantas juga ada orang Islam yang ikut-ikutan merayakan
tradisi ini. Siapapun orang Islam yang turut merayakan April Mop, maka ia
sesungguhnya tengah merayakan ulang tahun pembunuhan massal ribuan
saudara-saudaranya di Granada, Spanyol, 5 abad silam.
Alhamdulillah, akhir kata saya ucapkan
terimakasih sudah membaca artikel ini sampai selesai. Semoga dapat bermanfaat
bagi saya, juga teman-teman.
Oh, iya. Akhy, dan ukhty, jangan sampai
hanya kita saja yang tahu, ya. Teman-teman, dan saudara muslim yang berada di
sekitar kita, yang disayangipun harus tahu. Selain untuk memperingatkan, juga
dapat menjadi amal jariyah untuk yang mengamalkannya. Aamiin.
Semoga kita dapat bertemu lagi di artikel
selanjutnya, ya, akhy dan ukhty.
Wassalamu’alaikum Warrahmatullah.
Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatu
BalasHapusikut ngomentar aja, udah segitu aja
Wassalamu'alakum Warrahmatullahi Wabarakatu
Iya, gapapa. Makasih udah mampir :v
Hapus