Sabtu, 02 April 2016

Sejarah Dibalik April Mop




Assalamu'alaikum Warrahmatullah, teman-temanku. Terimakasih sudah menyempatkan diri untuk mampir, membaca artikel yang akan saya sampaikan. Teruntuk saudaraku, saudara muslimku dimanapun kalian berada. Semoga Allah selalu melindungi dan melimpahkan rahmat-Nya kepada kita. Mungkin disini kita hanya berniat membaca atau sekadar mencari informasi. Namun, tahukah kalian? Tanpa disadari kalian telah menerima sedikit ilmu dengan membaca tulisan yang bermanfaat meski hanya satu atau dua kalimat.

Dan hari ini, berhubung masih hangat-hangatnya April Mop di setiap negara, termasuk Indonesia tercinta yang mayoritasnya umat Islam. Saya akan membahas sejarah munculnya April Mop ini. Kita sebagai umat muslim, jangan asal ikut merayakan suatu kejadian saja lho, teman. Sebelum merayakannya, kita harus mengetahui asal mula terjadinya peristiwa kejadian tersebut. Bisa jadi peristiwa yang menurut kita hanya iseng atau bercanda saja dapat menyebabkan banyak mudharat. Seperti salah satunya April Mop yang hanya berlaku pada tanggal 1 April kemarin. Walaupun tidak sepopuler Valentine Day, namun budaya April Mop dalam dua dekade terakhir memperlihatkan kecenderungan yang makin akrab di masyarakat perkotaan kita. Terutama di kalangan anak muda. Bukan mustahil pula, ke depan juga akan meluas ke masyarakat yang tinggal di pedesaan.

Tahukah, kalian?

Ternyata asal mula terjadinya April Mop ini berawal dari tragedi besar, berasal dari negeri yang terdapat salah satu di antara klub sepak bola terkenal di internasional, Real Madrid. Sudah tahu, kan, apa nama negerinya itu? Ya, itu adalah Negara Spanyol, negara di Eropa Barat Daya di Semenanjung Iberia. Negara yang mempunyai satu episode kisah sejarah yang kelam dan menyedihkan bagi umat muslim di Spanyol, tepatnya di tahun 1487 M, atau bertepatan dengan 892 H.

Pada abad ke-8 M, Islam dibebaskan oleh Panglima Thariq bin Ziyad, Spanyol berangsur-angsur tumbuh menjadi satu negara yang makmur dan sejahtera. Tidak berhenti di Spanyol, pasukan Islam melakukan pembebasan sekitar menuju Perancis. Islam telah menerangi Spanyol.

Penguasa Islam yang bersikap begitu baik dan rendah hati, membuat sebagian besar masyarakat Spanyol memeluk Islam dengan tulus dan ikhlas. Bukan saja beragama Islam, namun sungguh-sungguh mempraktikkan kehidupan secaran islami. Selalu membaca Al-Qur'an dan mengamalkannya, berkata tidak untuk musik, pergaulan bebas, dan segala hal yang dilarang Islam. Hal itu berlangsung selama enam abad lamanya.

Beriringan dengan itu, kaum kafir yang berada di Spanyol tanpa kenal lelah terus berupaya membersihkan Islam dari Spanyol, tetapi selalu tidak berhasil. Akhirnya, mereka mengirim beberapa orang untuk mengetahui dan mempelajari kelemahan umat Islam di Spanyol.

Dengan mengirim beberapa orang itu, mereka mengetahui dan menemukan cara agar umat Islam di Spanyol jatuh, yaitu dengan melemahkan iman mereka melalui jalan serangan pemikiran dan budaya. Maka mulailah secara diam-diam mereka mengirimkan alkohol dan rokok secara gratis ke dalam wilayah Spanyol. Musik diperdengarkan untuk membujuk kaum mudanya agar lebih suka bernyanyi dan menari daripada membaca Al Qur’an. Mereka juga mengirimkan sejumlah ulama palsu untuk meniup-niupkan perpecahan ke dalam tubuh umat Islam Spanyol. Lama-kelamaan upaya ini membuahkan hasil.

Akhirnya Spanyol jatuh dan bisa dikuasai pasukan salib. Penyerangan oleh pasukan salib benar-benar dilakukan dengan kejam tanpa mengenal peri kemanusiaan. Tidak hanya pasukan Islam yang dibantai, tetapi juga penduduk sipil, wanita, anak-anak kecil, orang-orang tua. Satu-persatu daerah di Spanyol jatuh.
Granada adalah daerah terakhir yang ditaklukkan. Penduduk-penduduk Islam di Spanyol (juga disebut orang Moor) terpaksa berlindung di dalam rumah untuk menyelamatkan diri. Tentara-tentara salib terus mengejar mereka. Ketika jalan-jalan sudah sepi, tinggal menyisakan ribuan mayat yang bergelimpangan bermandikan genangan darah, tentara salib mengetahui bahwa banyak muslim Granada yang masih bersembunyi di rumah-rumah. Dengan lantang tentara salib itu meneriakkan pengumuman, bahwa para Muslim Granada bisa keluar dari rumah dengan aman dan diperbolehkan berlayar keluar Spanyol dengan membawa barang-barang keperluan mereka.
Orang-orang Islam masih curiga dengan tawaran ini. Namun beberapa dari orang Muslim diperbolehkan melihat sendiri kapal-kapal penumpang yang sudah dipersiapkan di pelabuhan. Setelah benar-benar melihat ada kapal yang sudah disediakan, mereka pun segera bersiap untuk meninggalkan Granada dan berlayar meninggalkan Spanyol.
Keesokan harinya, ribuan penduduk muslim Granada keluar dari rumah-rumah mereka dengan membawa seluruh barang-barang keperluan, beriringan berjalan menuju ke pelabuhan. Beberapa orang Islam yang tidak mempercayai pasukan salib, memilih bertahan dan terus bersembunyi di rumah-rumah mereka. Setelah ribuan umat Islam Spanyol berkumpul di pelabuhan, dengan cepat tentara salib menggeledah rumah-rumah yang telah ditinggalkan penghuninya. Lidah api terlihat menjilat-jilat angkasa ketika mereka membakari rumah-rumah tersebut bersama dengan orang-orang Islam yang masih bertahan di dalamnya.
Sedang ribuan umat Islam yang tertahan di pelabuhan, hanya bisa terpana ketika tentara salib juga membakari kapal-kapal yang dikatakan akan mengangkut mereka keluar dari Spanyol. Kapal-kapal itu dengan cepat tenggelam. Ribuan umat Islam tidak bisa berbuat apa-apa karena sama sekali tidak bersenjata. Mereka juga kebanyakan terdiri dari para perempuan dengan anak-anaknya yang masih kecil-kecil. Sedang para tentara salib telah mengepung mereka dengan pedang terhunus.
Dengan satu teriakan dari pemimpinnya, ribuan tentara salib segera membantai umat Islam Spanyol tanpa rasa belas kasihan. Jerit tangis dan takbir membahana. Seluruh Muslim Spanyol di pelabuhan itu habis dibunuh dengan kejam. Darah menggenang di mana-mana. Laut yang biru telah berubah menjadi merah kehitam-hitaman.
Tragedi ini bertepatan dengan tanggal 1 April. Inilah yang kemudian diperingati oleh dunia kristen setiap tanggal 1 April sebagai April Mop (The April’s Fool Day). Pada tanggal 1 April, orang-orang diperbolehkan menipu dan berbohong kepada orang lain. Bagi umat kristiani, April Mop merupakan hari kemenangan atas dibunuhnya ribuan umat Islam Spanyol oleh tentara salib lewat cara-cara penipuan. Sebab itulah, mereka merayakan April Mop dengan cara melegalkan penipuan dan kebohongan walau dibungkus dengan dalih sekedar hiburan atau keisengan belaka.
Bagi umat Islam, April Mop tentu merupakan tragedi yang sangat menyedihkan. Hari di mana ribuan saudara-saudaranya se-iman disembelih dan dibantai oleh tentara salib di Granada, Spanyol. Sebab itu, adalah sangat tidak pantas juga ada orang Islam yang ikut-ikutan merayakan tradisi ini. Siapapun orang Islam yang turut merayakan April Mop, maka ia sesungguhnya tengah merayakan ulang tahun pembunuhan massal ribuan saudara-saudaranya di Granada, Spanyol, 5 abad silam.
Alhamdulillah, akhir kata saya ucapkan terimakasih sudah membaca artikel ini sampai selesai. Semoga dapat bermanfaat bagi saya, juga teman-teman.
Oh, iya. Akhy, dan ukhty, jangan sampai hanya kita saja yang tahu, ya. Teman-teman, dan saudara muslim yang berada di sekitar kita, yang disayangipun harus tahu. Selain untuk memperingatkan, juga dapat menjadi amal jariyah untuk yang mengamalkannya. Aamiin.
Semoga kita dapat bertemu lagi di artikel selanjutnya, ya, akhy dan ukhty.
Wassalamu’alaikum Warrahmatullah.

2 komentar:

  1. Assalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakatu
    ikut ngomentar aja, udah segitu aja
    Wassalamu'alakum Warrahmatullahi Wabarakatu

    BalasHapus